Tafsir Al Quran – Al Baqarah 35-36 ► Habib Taufiq Assegaf ✔

Download dan simak Kajian Tafsir Al-Quran dengan pembahasan “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 35-36”, yang dibahas dan dikaji oleh Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Pengasuh Yayasan Sunniyah Salafiyah Pasuruan Jawa Timur.

Kajian ini beliau sampaikan pada Pengajian Rutin Madros setiap Rabu pagi di Kediaman Habib Jakfar bin Syaikhon Assegaf belakang masjid Jamik Al Anwar Kota Pasuruan dengan kitab acuan Tafsir Jalalain.

Simak penjelasan selengkapnya dari tafsir ayat-ayat tersebut di dalam rekaman kajian yang berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman:

Surat Al-Baqarah Ayat 35

Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Tafsir Jalalain

(Dan Kami berfirman, “Hai Adam! Berdiamlah kamu) yakni kamu sendiri ‘kamu’ yang kedua berfungsi sebagai penguat bagi yang pertama dan dihubungkan dengannya yang ditampilkan sebagai dhamir atau kata ganti yang tersembunyi (bersama istrimu) yakni Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam yang sebelah kiri (dalam surga ini dan makanlah di antara makanan-makanannya) (yang banyak) dan tidak dilarang (di mana saja kamu sukai, tetapi janganlah kamu dekati pohon ini) pohon anggur atau batang gandum ini atau lain-lainnya, maksudnya jangan memakan buahnya (hingga kamu menjadi orang-orang yang lalim.”) atau durhaka.

Surat Al-Baqarah Ayat 36

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

Tafsir Jalalain

(Lalu keduanya digelincirkan oleh setan) oleh Iblis dan menurut suatu qiraat ‘fa-azaalahumaa’, artinya maka Iblis pun menyingkirkan keduanya (daripadanya), maksudnya dari dalam surga dengan memperdayakan serta mengatakan kepada mereka, “Maukah kalian saya tunjukkan suatu macam pohon kekal yang akan mengekalkan kehidupan kalian? Itulah dia syajaratul khuldi atau pohon keabadian?” Ia tidak lupa bersumpah atas nama Allah bahwa mereka hanyalah hendak menyampaikan nasihat dan anjuran baik belaka. Maka Adam dan Hawa pun memakan buah itu, (dan Allah mengeluarkan mereka dari keadaan yang mereka alami semula), yakni dari nikmat surga (dan firman Kami, “Turunlah kalian!”) maksudnya ke bumi, yakni kalian berdua bersama anak cucu kalian itu (menjadi musuh bagi yang lain) disebabkan penganiayaan sebagian kalian terhadap lainnya, (dan bagi kalian tersedia tempat kediaman di bumi), artinya tempat menetap (dan kesenangan) berupa hasil tumbuh-tumbuhan yang kalian senangi dan dapat kalian nikmati (sampai waktu tertentu) maksudnya hingga saat datangnya ajal kalian nanti.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow